Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bersama SMA Negeri 6 Yogyakarta menyelenggarakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berbasis Riset bertajuk Pendampingan Literasi Budaya dan Lingkungan Berbasis Riset Sastra Perjalanan. Kegiatan yang berlangsung pada 14 Juli–18 Agustus 2026 ini melibatkan 15 siswa Duta Literasi SMA Negeri 6 Yogyakarta. Tim pengabdi diketuai Dr. Dott. Andi Mustofa, S.Pd., M.A. dengan anggota Tika Zuleika, S.Pd., M.Pd., Vita Kusumaningtyas, M.Pd. dari Departemen Pendidikan Bahasa Prancis, bersama Dr. Rony Siswo Setiaji, M.Pd. dari Departemen Pendidikan Seni Rupa serta mahasiswa Naomi Miory Pakpahan dan I Made Yudis Radana.
Pelaksanaan program ini mendapat dukungan dari Riyantiarni, S.Pd., guru Bahasa Prancis SMA Negeri 6 Yogyakarta, juga selaku Kepala Perpustakaan Pustaka Wijaya SMAN 6 Yogyakarta. Kepala SMA Negeri 6 Yogyakarta, Sri Moerni, S.Pd., M.Pd. mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang budaya, tetapi juga belajar mengolah hasil bacaan dan penelitian menjadi karya yang kreatif. Kegiatan seperti ini sangat mendukung penguatan literasi dan Pendidikan Khas Kejogjaan di sekolah,” ujarnya.
PKM ini dikembangkan berdasarkan penelitian Dr. Andi Mustofa berjudul “Harimau dan Manusia: Representasi dan Resepsi Rampogan Macan dalam Tulisan Perjalanan Prancis” yang dipaparkan pada International Symposium on Javanese Culture, sebuah forum ilmiah yang diselenggarakan oleh Keraton Yogyakarta. Hasil riset tersebut kemudian dikembangkan menjadi materi literasi yang memperkenalkan sastra perjalanan sebagai media untuk memahami budaya dan lingkungan. Dr. Andi Mustofa menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membawa hasil penelitian akademik lebih dekat dengan dunia pendidikan sekolah. “Kami ingin menunjukkan bahwa riset sastra tidak berhenti sebagai pengetahuan akademik. Hasil penelitian dapat diolah menjadi bahan literasi yang menarik, kontekstual, dan mendorong siswa untuk mengenali budaya sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” tuturnya.
Sebelum mengikuti kegiatan tatap muka, para siswa terlebih dahulu membaca secara mandiri novel adaptasi Rampogan Macan yang disusun berdasarkan hasil riset sastra perjalanan. Bacaan tersebut menjadi pijakan bagi siswa untuk mengenali cerita, nilai budaya, dan persoalan lingkungan yang kemudian didiskusikan pada pertemuan 5 Agustus 2026. Pada pertemuan tersebut, siswa memperoleh pemaparan dari Dr. Andi Mustofa tentang sastra perjalanan dan rampogan macan sebagai bagian dari tradisi Yogyakarta masa lampau, yang dilanjutkan dengan pendampingan pembuatan poster oleh Dr. Rony Siswo Setiaji, M.Pd. Pada 18 Agustus 2026, lima kelompok siswa mempresentasikan poster yang telah mereka kembangkan sebagai produk literasi budaya dan lingkungan. Karya-karya tersebut kemudian dikompetisikan dan mendapat apresiasi dari tim pengabdi.
Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan rampogan macan sebagai bagian dari warisan budaya Yogyakarta, tetapi juga mengajak siswa memahami keterkaitannya dengan persoalan lingkungan dan pentingnya pelestarian budaya. Sejalan dengan itu, program ini mendukung Pendidikan Khas Kejogjaan serta berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya SDG 4 tentang pendidikan bermutu, SDG 11 tentang pelestarian warisan budaya, SDG 13 tentang kepedulian terhadap lingkungan, dan SDG 17 tentang kemitraan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi untuk memperkuat literasi budaya dan lingkungan di sekolah.
Penulis: Riyantiarni, S.Pd.
EN
ID