Yogyakarta, 24 Juli 2026 – SMA Negeri 6 Yogyakarta melalui Muda Wijaya Green School bekerja sama dengan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menyelenggarakan Green Ideas Better Space: Green ECO School Assistance Program, sebuah program pendampingan yang bertujuan menumbuhkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, dan berinovasi dalam merancang ruang terbuka hijau yang berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali pada 17 Juli 2026 dengan pelaksanaan survei lapangan di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) bantaran Kali Code RW 06, Kampung Terban, Yogyakarta. Sebanyak empat kelompok siswa melakukan observasi langsung untuk mengidentifikasi kondisi eksisting kawasan. Aspek yang diamati meliputi jenis vegetasi yang tumbuh, intensitas paparan sinar matahari, keberadaan outlet atau saluran air, serta area yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa memperoleh pendampingan dari mahasiswa dan dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta serta guru pendamping SMA Negeri 6 Yogyakarta. Pendampingan ini memberikan pengalaman belajar yang autentik melalui pengamatan lapangan, pengumpulan data, hingga analisis kondisi lingkungan sebagai dasar penyusunan gagasan desain.
Usai melaksanakan survei, seluruh peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) di Ruang AVA 2 SMA Negeri 6 Yogyakarta. Pada sesi ini, setiap kelompok memetakan hasil observasi dan mendiskusikan berbagai potensi pengembangan ruang terbuka hijau di kawasan RW 06. Peserta juga mengikuti workshop yang membahas teknik penyusunan poster ilmiah, metode presentasi Pecha Kucha, serta strategi menyampaikan presentasi dalam bahasa Inggris secara efektif sebagai bekal menghadapi sesi penjurian internasional.
Puncak kegiatan berlangsung pada 24 Juli 2026 melalui Judging Day Student Design Presentation and Evaluation yang diselenggarakan di Aula Wijaya Bhakti SMA Negeri 6 Yogyakarta. Pada kegiatan ini, setiap kelompok memamerkan hasil desain inovasinya melalui stand pameran yang dikunjungi langsung oleh para dewan juri. Setelah sesi kunjungan stand, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil rancangan mereka di hadapan dewan juri menggunakan bahasa Inggris.
Penjurian menghadirkan empat arsitek internasional yang memiliki pengalaman luas dalam bidang arsitektur dan pembangunan berkelanjutan, yaitu Prof. Md. Ar. Rafiq Azam (Bangladesh), Ar. Rebecca Vanesha D. L. Rellosa (Filipina), Ar. Alan Cheung (Hong Kong), dan Ar. Zanat Jui (Bangladesh). Kehadiran para juri memberikan pengalaman berharga bagi peserta didik untuk mempresentasikan ide di forum internasional sekaligus memperoleh masukan profesional terhadap konsep yang telah mereka susun.
Setelah melalui proses penilaian yang mencakup aspek analisis kondisi lapangan, kreativitas desain, keberlanjutan konsep, kualitas presentasi, serta kemampuan menjawab pertanyaan dewan juri, Kelompok 2 berhasil meraih penghargaan sebagai Best Student Design melalui karya berjudul "Application of the Green Open Space (GOS) Concept in Kampung Terban RW 06." Konsep tersebut dinilai mampu menghadirkan solusi yang inovatif, aplikatif, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat setempat.
Koordinator program Muda Wijaya Green School menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi peserta didik untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
"Melalui Green Ideas Better Space, siswa tidak hanya belajar mengenai konsep ruang terbuka hijau, tetapi juga mengalami langsung proses mengidentifikasi permasalahan, menyusun solusi, berkolaborasi dengan perguruan tinggi, dan mempresentasikan gagasannya di hadapan juri internasional. Pengalaman ini diharapkan dapat membentuk karakter pelajar yang peduli lingkungan, kreatif, dan siap menghadapi tantangan global."
Program Green Ideas Better Space: Green ECO School Assistance Program merupakan wujud nyata sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan berbasis Education for Sustainable Development (ESD). Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, kreativitas, serta kepemimpinan.
Keberhasilan penyelenggaraan program ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai inovasi lingkungan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat komitmen SMA Negeri 6 Yogyakarta sebagai sekolah yang aktif mengembangkan budaya peduli lingkungan melalui program Muda Wijaya Green School.
Penulis: Hafidh Ibnu Setiawan, S. Pd., Gr
Editor: Dinar Pangesti, S. Pd., Gr
EN
ID